Pages

le+bam

Tuesday, May 27, 2008





being
in the office

from morning
to midnight

does


nobody

any

good.

.

.


zzzzzzzzzz.......

I want me a manny

It's been a while since I read any chick lit, so I decided to indulge myself into one when I went to the spanking new boookstore in Amcorp Mall the other day.

(okay, it's not exactly new, but it is kinda spanky)

I was actually there to grab a few fillers (books I read whilst on the LRT to and fro office) and a birthday present for an acquaintance of mine when I saw this cute book on the promotional rack. It was practically screaming for attention, despite looking quit plain beside the other bright-coloured titles. I ignored the book, went around the store, selected a few fictions that fancied me, all the while trying to ignore the buzz of a hearing a tiny voice at the back of my head - the voice of my long forgotten girly-girly gedik me. It said "You know you want the chick lit. Yes, you do."

I know, I know... weirder alert. Which 20something female would not like chick lit? The thing is, chick lits usually don't excite me. It could be because I started off my foray into adult female-targeted books via Mills & Boons when I first entered secondary school. It practically killed my tastebuds for'sugar-coated notions of love' fluff.

There's also the fact that only one, yes, one chick lit that I have liked from the few (I think about 5-6 books) that I have read, and it was written by a nobody. The big rah-rah ones, they stank. A friend told me I was misguided, that there's a lot more to chick lit than Sopie Kinstilla, so she persuaded me to read The Devil Wears Prada. You can't go wrong with a book turned movie turned bestseller novel, she said. So I thought what the heck, how bad could it be?

Bad. Really Bad. I didn't even finish the book. I can't still taste the stale storyline as I'm typing this. So why would I want to buy something that would most probably disappoint me?

True to the Azyze Code of Solving Problems, I bought the book.


And enjoyed it immensely. I like how it started, the fact that the main character was not a typical kuli (like Andrea from TDWP) being tortured by a frightening boss, but a producer with a complicated life. I like the build up, the frustrating sad ending at the last chapter, and the last 4 words that totally 360ed the ending. It has all the essential chick lit without being to sickly sweet, and plants a social message that is pretty clear without forcing you to swallow it.

All in all, good book, fun read. I'm not sure if it makes a goos re-read (because of the light story), but it's worth a read.

Balut

Monday, May 26, 2008

Comelnya!

Lihat apa yang menanti di atas meja saya pagi tadi!



Itu kad ucapan harijadi, satu Unity Band dari Aim (dalam plastik merah) dan pembalut buku versi fabrik- dari Jepun!

Oh, seronoknya!

Tengok, tengok!


Ini rupanya bila dibentang. Cuma selitkan kulit buku anda ke dalam poket sisi tu dan...



Tadaa!
Segaknya!

Buku yang berbalut itu adalan novel Hannibal kegemaran saya, tapi rasanya Hannibal sudah cukup hebat dengan kulit sendiri.

Pembalut buku (ada 2) ini rasanya sesuai untuk mana-mana buku komik atau kontroversi (ehem!) yang mungkin saya baca di dalam bilik perjumpaan sebelum mesyuarat bermula, atau mungkin di dalam LRT.

Kawaiiiiiiinnyaaaaaaaaa!!!!!


*post mode gedik berakhir*

Jangan tunggu lama-lama

Saturday, May 24, 2008

Sebenarnya saya sudahpun menulis sesuatu. Cukup panjang lebar. Penuh dengan dilema, krisis, dan segala rencah yang bisa buat posting ini jadi lebih mendebarkan dari episod samarinda kegemaran anda.

Tapi saya padamkan.


Selamat malam.

Dua puluh tambah enam

Tuesday, May 20, 2008




26.
Today.
Dua puluh tambah enam.


I have officially crossed the young-adult phase, into the twilight zone a.k.a zon balada hidup versi dewasa sampai botaklah kepala aku nanti nak pikir bil pinjaman hutang kereta rumah keluarga dan sebagainya.


Setahun lagi berlalu.
Setahun yang tidak melihatkan sebarang perubahan positif pada cita-cita saya (mungkin saya tak perasan).
Setahun yang penuh dengan mungkin, akankah dan kebarangkalian.


Tapi saya terus optimis terhadap masa depan.
Insyallah, ianya masih panjang. Saya punya puluhan jutaan minit untuk memahat makna dalam hidup ratusan manusia yang belum saya jumpa.

Jikapun hidup saya ditentukan tidak lama di dunia olehNya, sekurangnya ratusan juta minit yang telah berlalu setakat ini rasanya tidak sia-sia keseluruhannya - moga ada hati yang telah cerah seketika dengan memori saya.


Alhamdulillah.
Setahun lagi... dengan izinNya saya melangkah terus ke hadapan...

Tangan + Bebas

Dari hujung ruang divisyen kami, saya dapat lihat kepalanya berlitup headphone...
Tapi boleh juga dengan dia pot pet pot pet bercakap...
Hai, takkan asyik menyanyi bersama lagu di iTunes? Itu selalunya kerja saya.
Atau tonton Catch-Up di laman web pun boleh bercakap-cakap?
Lagipun setahu saya, headphonenya bukan bermikrofon.

Pelik...

Semakin saya dekati dia, semakin saya pelik.
Apa pula seketul benda putih di celah telinga dan headphonenya?




Cuba tengok budak gila ini...
Boleh tekakah benda di telinga itu?


Gila punya budak.


Eh eh, I dah perasan uols tangkap gambar iols! Hiks!

1 yang satu itu

Monday, May 19, 2008

1 minit yang lalu, ape ada buat?
Save semua kerja yang dah siap dalam pendrive.

1 jam yang lalu, ape anda buat?
Menaip dalam gelap, siapkan risalah.

1 hari yang lalu, apa anda buat?
Di Zoo Negara dengan Cik PMS, Cik Baby & Nurul

1 jam lagi, apa anda akan buat?
Tido!

1 hari lagi, ape anda akan buat?
Ada Press Conference tentang acara jalan amal yang bakal dijalankan bulan Ogos kelak.


1 orang yang terakhir sms kamu?
Kalau kata Maxis, boleh tak? Or my PR manager.

1 orang yang terakhir menelefon kamu?
Mr. Lim dari bank.

1 makanan yang baru dibeli?
Chicken Hor Fun di Oldtown White Coffee... sedapnye!

1 barang yang baru hilang?
Alamak... selalunya barang saya yang hilang tak hilang sebenarnya tapi salah letak... yang terakhir hilang.. adalah pas LRT saya.

1 cerita yang baru ditonton?
Terakhir sekali tengok ulang tayang Miami Ink di Travel & Living tadi.

1 hal yang terakhir digosipkan?
Azizul Khamis konfiden bawak handbag masa membeli belah uolss!! *larikkkk*


1 kata yang ingin diluahkan?
Bila woi, bila???!!!

1 buku yang sudah dibaca?
Selesai merevisi The State Of Montana dan Jarhead. Akan mula baca buku pemberian Uns esok! :)

1 penyakit yang sering datang?
Sakit Jiwa - kadan-kadang gembira sangat, kadang-kadang sedih, kadang-kadang marah. Oh, tu bukan sakit ek? Tsk :p

Woh woh..banjir semangat kemasyarakatan!

Friday, May 16, 2008

Yang ini dari tanahair kita sendiri...

Abaikan bunyinya yang mirip dengan lagu Chariot dari Gavin DeGraw.
Lupakan juga isu penggunaan lirik bahasa inggeris (harus mesra global, kan?)


Duduk, santaikan diri dan bersedia untuk kembang hati...

Woh woh..

This too shall pass

Wednesday, May 14, 2008


Dalam seminggu dua ini, ada satu perenggan kata yang kerap muncul dan bermain di minda saya. Saya cuba untuk mengabaikannya, seolah ia hanya satu nukilan yang kebetulan singgah di mata saya. Tapi, lama kelamaan... ya, betul katanya.

Aplikasikan pada diri sendiri.


Memetik kata-katanya:

"...don't punish yourself if your output is less than what you had planned.

Life is full of beautiful inconveniences that keep us from achieving our short-term goals. Remind yourself that you can make up for your deficit tomorrow and turn off the computer for the night.

Writing + Thinking for writing is a wonderful, yet sometimes, very hard thing to do. Often it is very easy to not "make the time" to write and nobody is going to motivate you. You have to motivate yourself(most of the time). It is an extraordinarily rewarding pursuit. Yet sometimes it can be extremely challenging as well. It is just putting words down on paper and you have been doing this since the age of four(?).

So don’t worry about anything and just write. The only way to get good at it, as with anything else, is to actually do it."





Isn't that inspiring?
Apatah lagi bila saya sendiri seorang penulis yang masih bergelut dengan kerja dan jiwa.

No, it's not from some decrepit western think-tank. Ini cebisan akal-rasa Faizal Mukhtar, lelaki penulis gila komik yang I happen to think is a genius writer in the making yang langsung tak diabolical (sebab banyak penulis genius macam dirasuk setan bila berkarya, if you know what I mean).

Saya perlu buat saja apa yang saya tahu perlu dibuat.
Dan tidak tangguh-fikir lagi.
Ya...


Nota kaki: Terima kasih FM. Walaupun kamu tak kenal saya, tapi saya kenal kamu ah. ah. ah.

Tuesday, May 13, 2008

Not for its political affiliations, but for the wonderful words...



How many times can your heart break?

Monday, May 05, 2008

Berapa kali agaknya hati kita boleh tahan remuk?
Berapa kali agaknya hati kisa bisa dibengkelkan?
Berapa kalikah hati kita mampu menahan bedilan bahan kimia rembesan minda & jiwa? 
Berapa kali juga kah bisa kita cantumkan segala kepingan dan memulih segala retak hingga sempurna semula?


Jawapannya: INFINITI.



Insyallah,
tuhan tidak akan menghukum kita dengan kekecewaan yang berlarut panjang. 
Tawakkal padanya. 
Tak lama lagi, sinar pasti muncul di balik gerhana.

Insyaallah. 

orange zest

Thursday, May 01, 2008

percaya atau tidak, saya sedang memblog dari sebuah salun rambut.

hari ini hari keluar bersama rakan rakan wanita saya. girls day out dengan tasha dan mar, dua kawan dari zaman sekolah menengah saya. well, boleh dikatakan 2/4 dari jumlah kawan sekolah yang masih lagi rajin berhubung dengan saya. 2/4.... nampak sangat saya tak boleh diharap bila dalam bab menyimpan kawan ini.

kembali ke realiti,
hari ini sawan berbelanja dasyat.

tasha yang sememangnya menghabiskan masa kerja dan masa senggangnya di kalangan lelaki dah kemaruk nak membelai diri. mar sibuk mencari tas tangan yang lojik dibawa ke pejabat. saya...saya mebawa diri tanpa sebarang tujuan penting dengan ucapan 'kau confirm akan belanja lebih dari yang sepatutnya kau keluarkan.'

kami makan besar di sakae sushi. selesai rm50.00 seorang.
bila tasha nak ke watson, saya dan mar baru terperasan yang kami pun ada beberapa toiletries yang nak dibeli. keluar lagi beberapa lepuk wang.

tasha nak potong rambut.
saya terpanggil untuk membuat manicure.
mar, untung dia, mendengar kata the accountant in her agar tidak berbelanja. lagipun katanya makcik nak datang ke rumah, dia harus pulang awal. selamattt...

so here i am, my nails done - in bright orange, none the less - reading hairstyle magazines dan menyelak majalah-majalah fesyen yang berlungguk, menanti tasya yang tiba-tiba dah warna rambut kemudian mahu treatment berserta potongan oleh penggaya senior yang katanya bakal meletop.

kuku oren saya dah calar balar lah.
ini belum keluar dari salon lagi ni.
silap-silap esok dah terkopak.
hopeless sangat...

dan oh,
semuanya huruf kecil dan saya terpaksa mengelak dari menekan apa apa yang perlu menggunakan 'shift' kerana butang 'shift' di kibod salun ini tak berfungsi.

p/s; butang 'shift' yang rosak dan hasdil tulisan tanpanya membuat saya sedikit giddy. i think i need some baskins...hmm..