Pages

Lagu jiwa

Saturday, December 31, 2005

Aiikk....betul ke??


Your 2005 Song Is

Don't Phunk With My Heart by the Black Eyed Peas

"I always want you with me
I'll play Bobby and you?ll play Whitney"

You were insanely in love in 2005 - and still might be!

there goes another year

Friday, December 30, 2005

Dearest all,

2005 has sped by
Now we need to face 2006

There may be risk involved
We may need to face roadblocks
So stay alert
Share time with friends
Jump over obstacles
With care and caution

Face challenges
Cooperate
Discover
Make new friends
Above all
Be ready for adventure

Stick together
And you’ll be able to go far
Very far

Always take time to smell the flowers
Don’t forget to relax and enjoy
And fill your days with laughter
And never forget to love those dearest to you.

Have a happy new year!

Love,
Ely Azyze

sangap dan bengap

Thursday, December 29, 2005

bosan
garu kepala
hati belum lega

kerja belum siap
ayat2ku tak lengkap
otak semakin sangap

rasa menyampah
kena tegur bukan dimarah
tapi kurasa macam diterjah

sudahlah
baik ke tandas
cari idea bernas

Pandangan pertama

Pandanganmu bagai memanah. Pantas ia terjah kedalam hatiku.
Ingin ku kuntum senyuman, tapi sudikah kau menerimanya?

Siapalah aku, hanya sebutir pasir dalam gemerlap ribuan permata. mana mungkin kau tatap?

Beribu andaian kulakukan. Mungkin kau sedar kehadiranku, mungkin kau tahu perasaanku, mungkin kau baca naluriku.

Tapi sudut hati membangkang. Aku bukan pilihanmu. Aku bukan berharga. Aku cuma latar hitam pada rona warna dalam dunia.

Jadi biarlah aku berdiam sendiri, tanpa kata tanpa peri. Memang aku tahu sukar untukmu mengerti andai kusimpan buku di hati.

Tapi andai kita berjumpa lagi, pandanglah aku. Biar aku tahu diriku ada didepanmu dan bukan mimpi ku di sianghari.

Five songs in five minutes

Wednesday, December 28, 2005

Five songs that instantly reminds you of the past:

1. Next Year, Baby - Jamie Cullum
Lagu inilah yang selalu saya dengar berulang kali ketika menjadi pelatih di Malaysian AIDS Council dahulu. Memang kalau terdengar intro lagu ni saja, saya bagai diterbangkan balik ke 'zaman' itu. Percaya atau tidak, saya seolah boleh menghidu bau ofis, suasana cozy dan separa gelapnya, meja sudut saya, bau spray dan semua bahan art Hamdan, bau longgokan brosur baru.... Good times. Saya memang enjoy berkerja di sana.


2. Lemon Tree - Fool's Garden
Masa ni mula berjinak-jinak dengan stesen radio yang memutarkan lagu inggeris. Saa rasa ramai remaja yang mendengar Radio Muzik pada itu. fool's garden jadi lagu yang paling diingati selain Macarena keran ia sangat catchy dan melodinya amat berlainan dari lagu jiwang kumpulan-kumpulan "S" yang popular pada masa itu.
Siapa yang ingat Lemon tree, angkat tangan!


3. Beautiful - Snoop Dogg feat Pharell
Lagu paling sinonim dengan Semester Akhir Diploma ketika di UiTM dahulu. Zaman paling best sepanjang 5 tahun perkuliahan. Semester yang paling relaks kerana hanya ada satu subjek - internship dan thesis report. Masa ini juga saya dan Nadh sebilik. Kami memang betul2 macam orang paling carefree. Suka hati nak buat apa, nak belajar ke taknak, nak tengok tv sampai pagi buta, nak keluar jalan2 kat KL, nak minum teh tarik pukul 3 pagi, nak shooting benda2 bodoh, buat editing merangkap berkurung dan tidur dalam studio editing dua tiga hari...
Memang saya sangat-sangat gembira masa tu. Tak ada gaduh, sakit hati, malas, kerja tak jalan atau sebarang masalah yang selalunya dihadapi bila berada dalam kelas. Ahli kumpulan internship - Jozzie, Niza, Mary, Nadh dan Saya. Pertama kali saya buat projek besar yang tak payah nak tensyen2, tak ada sebarang rushing langsung. Kalau boleh pilih satu masa untuk kembali ke zaman belajar, semester inilah yang saya akan pilih dahulu.


4.Mana-mana lagu Metalasia
Zaman menjadi DJ radio di UFM. saya berkesempatan menemuramah Metalasia pada zaman awal saya di sana. Pada masa itu, artis2 yang hebat pastinya ditemuramah oleh DJ senior, samada Abg Din, Putra, atau Ili and geng. Jadi Metalasia diberikan kepada saya sebab mereka baru nak muncul pada masa tu. Paling-paling pun persembahan di AIM (yang ada api-api tu). Interview pertama saya, dan boleh saya katakan temuramah artis terbest saya. Mereka sangat professional, dan sebenarnya very enjoyable. Mudah diajak berbual, and I find them quite intelligent. Peramah boleh tahan, dan vokalisnya sebenarnya sangat pemalu! Kelakar bila berbual dengan mereka di lar konti kerana mereka tak langsung seperti kumpulan Metal. Ada yang pandai buat lawak, ada yang malu, ada yang skema..hehe. Dan merekalah satu-atunya kumpulan metal yang saya suka kerana muzik mereka tak buat saya migraine (bukan pasal saya interview mereka ya!).
Saya bersama UFM selama 4 tahun. Naik turun menara UiTM. Ulang alik Melawati Shah Alam setiap Ahad (dan mana2 hari lain) termasuk cuti semester untuk bertugas selama 3-4jam. Tanpa bayaran mahupun insentif. Kadang-kadang tu ada lah barang sekeping dua CD percuma. Nampak macam kerja bodoh, tapi saya tak kesah langsung coz I enjoyed every second of it. Kalau ada stesen radio yang tiba2 manawarkan saya jawatan DJ, tidak mustahil saya menerimanya. Selain menulis, muzik adalah jiwa saya yang paling dekat.


5. Fantasia Bulan Madu - Search
Lagu febret saya ketika Darjah 1 atau 2. Hari-hari menyanyi lagu ini. Mak kata saya akan meneran suara serak setiap kali mandi, bsuh pinggan naik kereta, jalan-jalan sampaikan mak baak saya takut kalau-kalau anaknya bisu pasal selau sangat meneran suara. Hanya ada dua lagu melayu yang saya betul betul suka pada masa itu - Fantasia Bulan Madu dan Janji Manismu.

Answers

How could one change form hate to love in a second?
How does one change from love to hate in a second?

How do we measure happiness?
How the heck do we measure misery?

How come everyone tells me that everything will be alright, when I know it would not?
How does a man stand straight, when he knows his sins bear upon his shoulders, heavy?

How do you comprehend life?

These are the questions that I seek answer for.

Who Wants To Be A Millionaire?

Tuesday, December 27, 2005

I don't think I'll ever be one. I just don't have the ka-ching factor. The fact that me believing that I can never be a millionaire is already a BIG sign that I probably won't ever be one.


Some people have the drive to go all the way when it comes to Bucks. They can be the friendliest person, the nicest makcik, the most feminine girlfriend, the ever gentleman boyfriend - and turn into bitch/bastard vultures the moment money comes into the picture. Despite their rude nature, I can't help but admire this type of people.


Imagine having the single-minded determination to get rich in a flash. Figuring out ways to make more bucks, spend without depleting the money resevoir, finding ways to tuck money here and there for safety and investment. These people really have the patience to go all the way.


Then there's also the matter of getting professional help - in the form of books. (?!). Self Motivational books that supposedly helps you to get millions. (Don't look at me, I don't get it too).


My friend Hani reads motivational books like a frair reads the bible. I used to think that people who read motivational books are all 'berangan' suckers who thinks that the answers to life's fulfillment is in a self-help book. But Hani's an aiight person, and she's not the slick-click-bucker-sucker type. She just happens to be a business minded person. Business minded means someone who constantly thinks about advancing life with business, money management, and how to achieve ****(fill in an adjective of your choice) in the shortest amount of time, with full satisfaction. She goes "I read this one, it's really good!", "Motivational books helps put things in perspective..", "They help me see the potential of blablabla" etc while we were browsing at Kinokuniya the other day.


I, on the other hand, just don't get motivational books. I've tried to read a few, but just couldn't see the point of them. There's also the question of how the book is written. Why can't they be narrative? Why do they always have to be no-nonsense, go getter kinda language? (Perhaps bcoz the book is for go getters?d'oh) Who Moved My Cheese got a total of 5 minutes from me. The cheese has obviously melted, and I'm none the wiser in motivation hambugs. Ngeh.


The only one that had me glued from the front to back was Donald Trump's early 1990s book. And that's because it's not totally self-help crap. The flow of writing is nice, a dash of humour here and there, and many of his tips and motivations are kinda concealed. I like it when you see the subliminal meanings of things. Hard facts of life served straight off the platter is simply too harsh for my palate. Maybe that's why I'm a writer - dreamy flowery haiku poetry artsy fartsy. Beats wringing yourself dry on money works any day.


And that is why I can never be a money millionaire. But that's all right. I already have a wonderful family, great friends, cool acquaintances and supportive colleagues to last me a lifetime. It's like those Credit card ads. The priceless gift in life is always the expressions of loved ones, the joy and happiness of those who means a lot to you. Money, some believe, is the vehicle to achieving those. Me? Don't ask, I'm the artsy haiku gal.


Dinner with the family = RM100.
Presents for the family= RM500
The look on their faces, the warmth of their love = Priceless
;)

Spring momentum

Still like pictures
Hangs on the cut outs of old days
Past devices
Mend with old crevices
Should you go by the borough today
Say hello to the merry May
And be always happy
As spring is in the air!

(tak sabar nak post poetry ni, hehe)

The Lecter in you

Friday, December 23, 2005

I lust for Hannibal Lecter.

Or maybe i lust for Anthony Hopkins. I don't know.
I get goosebumps everytime I read Silence of the lambs and hannibal.
I love how Hannibal ends. although I'd die for Thomas harris to write another lecter novel, i don't think i want to break the lecter-starling relationship illusions that i have now. no post-hannibal book would do if it doesn't pick up fr buenos aires.

there's a movie out (or coming soon, i think) about lecter's early days (in lithunia and france, then usa).
i wanna go and see that, but i haven't heard of it here, yet.


please please please anybody who knows about the movie gimme me some info on how to get it.

Transisi dan Pertukaran

Monday, December 19, 2005







I think Patience is the gayest (ade ke perkataan ni?) album by George Michael.

Masa ditemubual oleh Parkinson tahun lepas, kata Michael album ni adalah refleksi hidupnya sepanjang menjadi seorang gay. Patutla…

Saya amat mengkagumi transisi muzik yang dilakukan George Michael. Tidak ramai artis yang berjaya menukar genre mereka tanpa dicemuh. Berlambak juga yang melahirkan album crossover yang hancur. Contoh paling dekat yang boleh saya beri: Mas Idayu. Saya tabik spring pada beliau dengan dangdutnya, tapi bila tukar ke irama padang pasir… maaflah, mungkin tak sesuai untuk halwa telinga saya.

Berbalik pada Michael, perubahan dari zaman Wham, kemudian ke zaman Freedom, dan kini dengan Patience. Kuncinya transisi yang konsisten walaupun perlahan. Careless Whisper seolah membuka pintu untuk mencipta lagu balada, dan dari situ beliau berubah ke Jazz, Blues dan sedikit Swing. Bila saya mendengar Patience, saya rasa album ini sepatutnya berada di rak ‘jazz’ dan bukan pop. Tapi mungkin takut pembeli tak jumpa pulak, kan?

Perubahan fizikal beliau turut mengikut peralihan muzik beliau. Sedikit demi sedikit beliau merubah imej toyboy berambut perangnya kepada lelaki tampan yang smokin’ (bukan berasap ya…). Saya masih ingat bagaimana sepupu saya mentertawakan saya bila saya menyatakan hasrat saya untuk mengahwini Michael.
“Mustahil la Yana, dia tu…suka kat lelaki jugak.”
Payah juga sepupu saya menerangkannya pada saya. Pada usia 8 tahun saya masih lagi main masak-masak dan polis sentry, dan nak kahwin dengan Michael, M.Nasir, Amy Search atau Paul McCartney. (Tapi kalau Micheal tiba-tiba mengubah orientasi sexualnya semula, tolong berikan nombor telefon saya padanya ya!)

Tapi konsisten dan perlahan bukanlah resipi transisi yang mutlak. Lihat saja artis yang paling gila menukar identiti (baik muzik atau peribadi) : Prince. Dari Prince ke The Kid ke The Prince ke The Artist Formally Known As Prince (TAFKAP) ke Prince kembali. Saya rasa dialah satu-satunya artis di dunia ini yang menggunakan simbol sebagai nama. Rupa pun pelik. Agaknya mamat-mamat zaman 80an memang agak
androgynous. Lelaki tapi rambut didandan pouf gaya perempuan. Ada janggut tapi alis dan kening dikemas. Metrosexual sungguh. Tapi harus diingatkan, Prince memang banyaak kali bertukar identiti, tapi dari segi muzik, agak perlahan juga transisi. Shocking element dia (atau merepek element, terpulang) adalah pertukaran gaya dan imej.. Mungkin itu yang buat dia survive selama ini. Rasanya Musicology memang bawak tuah pada Prince sebab berjaya bagi comeback yang sangat kuat. Boleh kata sekuat comeback INXS. (heheh).

Purple Rain dan When Doves Cry memang berhantu, tapi transisi Musicology lebih memberi impak pada muzik beliau. Itu belum ditambah dengan persembahan memukau beliau di salah satu majlis muzik terkemuka di AS. Siap dengan Earth Wind & Fire segala. Menarik sangat.

Mungkin artis kita yang teringin untuk menukar imej atau membuat
comeback yang lebih hebat dari Comeback Kid (saya tonton rancangan gusti juga hehehe) boleh cuba cara artis2 barat. Tukar Genre. Takde la kita bosan tengok artis nyanyi genre sama sampai tua. Ramli Sarip, rock tu rock jugak, tapi bertukar gaya, lirik dan approach, kan? Bila KRU nak berhenti pakai snowcap dan menyanyi rap? Terhangat di Pasaran sangat hebat, jadi harapnya mereka menyusul dengan konsep yang lebih baik.

Refleksi Diriku

Friday, December 16, 2005


This is the content of my bag. I carry these things daily to work.

I have managed to add in one of those foldable umbrella, a gabak loose powder bekas and my hairband inside my bag. How I do it, don't ask. I'm amazed myself. Kalau you all terserempak dengan budak rambut kembang yang terbangak2 carik handphone yang berbunyi dari dalam beg yang lebih serupa guni harta karun dalam LRT, orang itu mungkin saya. It takes me approximately 3 minutes to find my handphone, and that's if it's vibrating. Kalau tak, kena tengok dalam bag jugak la jawapnya.

The ones you see in the pic (and those found in my bag):

*My asthma inhaler - wajib forever!

*lip balm - second wajib thing

*black vincci purse - dah 4 tahun guna ni!

*ancient nokia 3315

*LRT season pass

*keys on cookie monster keychain

*Office pass

*A Novel - am currently half way through Hannibal, the installment of Silence Of The Lamb. I've re-read the books many2 times and I still get the creeps. Anthony Hopkins as Lecter was just so chilingly brillliant that I am now a big fan of him. Red Dragon pun best. (I personally think SOTL tops all - kinda stuck with Hopkins & Jodie Foster's electric connection) I must admit though, that I have this facination cum obsession with Hannibal Lecter. The Hannibal Lecter Triology is a must read if you like thrillers (wayy..better than the movie)

*black wet ink pen - great for signing

*Liquid paper

*Mascara - now converted to maybelline's dual lash thingy

* lipstick - although this tube might last me a year, I barely wear lipsticks.

* diamond liquids lipgloss - unfortunately this is no longer in production, so am currently using loreal's glam shine..i think

*body shop eyeshadow - the bomb man, the bomb!

*watch - whenever i take it off, it goes into the bag. i'm very forgetful kalau tinggal merata tempat

*pendrive

*loose change - these are usually 'loose' around in my bag

*mints - I'm addicted to Halls Black, but the one in the pic is Clorets. I only take clorets whenever Halls takde. Clorets manis sangat.

*Bangles - earrings pun belambak dalam bag usually. Not in pic though.

The bag you see in the pic is usually used on Friday since Friday is A***'s casual day. Boleh la pakai bila I have my cargos and sweaters on. Kalau hari biasa selalunya berbaju kurung jadi haruslah pakai heels dan handbag yang lebih feminin kan?

Yes, You can call me vain for all the make-up / jewellery. I'm a fashion victim fashionista wannabe. I might dress weird, tapi tanyalah kawan kawan, I can give you the best recommendation kalau shopping kain / baju!
betul!

Saya suka minum teh

Wednesday, December 14, 2005

Selalu pening kepala dan jarang punya masa untuk berehat?
Cuba amalkan minum teh ni seminggu sekali. Ia membuang angin, dan melegakan sendi2 yang lenguh dan berkeriuk tu. Selamat mencuba!

12 bunga cengkih
11/2 inci kayu manis
6 buah pelaga
12 biji lada hitam
1 keping kecil gula batu
1/4 sudu kecil (secubit) jintan manis
Halia segar

campukan bahan2 ni dalam teko besi atau periuk kecil , campur air dan didihkan selama 30 minit.
masukkan seuncang teh. (kalau mahu la)
Tambah gula kalau mahu.
Minum....

(Bau dia agak kuat, terutamanya tang kayu manis tu. kalau tak suka jangan letak. Tapi khasiatnya tak dapat la.)

Diskriminasi si kidal

Bila tangan kanan terpaksa memegang mouse sepanjang masa, dan menjadi penghalang untuk makan keropok. Kalau makan nanti jari berminyak. Pastu mouse berminyak jugak. Yuck!

Bila nak menggunting benda. Cuba pegang dengan tangan kiri. Takkan boleh potong punya pasal angle blade dan ke kanan.

Main gitar. Memang sakit hati betol. Nak tukar tali bagi terbalik dah tak sama head pulak. Nak beli yang kidal punya takde duit. Saya masih ingat ketika digelakkan di kem Pengakap pasal pegang gitar kidal. Sampai sekarang saya terpaksa adaptasi main dengan tangan kanan.

Bila menulis dalam buku berkulit tebal / bertulang besi. Kalau orang tangan kanan, takde berlaga2 dengan tulang tu. Kalau tangan kiri, cheh.

Menulis, secara umumnya. Tangan mesti menyeret dakwat. Habis hitam tangan, habis comot kertas. tulis jawi je best, tapi kita tak gunakan jawi jadi not applicable.

Kupas kentang. Sama macam guna gunting.

Beli tiket kat komuter. Tempat masukkan duit sebelah kanan. Terpaksa menyenget sikit untuk masukkan duit. Sangat tidak efektif kalau ada lagi 20 orang di belakang anda yang nak nak beli tiket jugak.

Tempat kunci untuk menghidupkan enjin kereta. Tak boleh ke buat belah kiri?

Orang orang kidal seperti saya ni terpaksa la mengadaptasi mengikut kesesuaian. Terpaksa pakai tangan kanan untuk benda2 ni. Ini menyebabkan saya jadi agak bodoh dan tak reti bila kawan saya yang kidal dan kaya (elemen penting untuk membeli barangan orang kidal yang biasanya mahal) mengajak saya masak, main gitar dan guna komputer di rumahnya. Rasa macam kidal murtad pulak...


Soalan untuk anda:
Bila makan guna sudu, anda guna tangan kiri atau kanan?
Dan adakah jari yang digunakan untuk mengorek hidung dipengaruhi oleh kekidalan atau tidak seseorang itu?